KITA INI PEKERJA ILMU!
Teknologi bukan lagi sumber utama untuk bersaing. Kita inilah asset utama sesebuah syarikat yang ‘mengerjakan’ kita secukupnya. Kebolehan menguasai ilmu membolehkan sesebuah organisasi itu terus unggul untuk bersaing. Sebagai sebuah syarikat berstatus MSC sudah semestinya teknologi merupakan benda penting yang mereka boleh beli. Namun tanpa ilmu yang ada pada pekerja, teknologi itu tidak akan menghasilkan sesuatu yang bermakna. Teknologi tadi dikembangkan oleh ilmu yang dimiliki oleh kakitangan supaya syarikat boleh berdaya saing.
Ya sudah semestinya pekerja ilmu ini juga sukar diuruskan. Mereka juga ada ‘demand’ yang pelbagai. Lagilah bila mereka sedar bila syarikat memerlukan mereka, mereka akan mengancam pihak pengurusan. Konsep satu pergi sepuluh datang, kadang membuatkan kita benar-benar teruja. Bagaimana kita mahu syarikat melayan kita? Ada peraturan-peraturan yang cukup menjengkelkan. Kerja tidak siapkah kalau kita pergi membeli makanan untuk bersarapan? Adalah lebih menguntungkan jika pihak pengurusan lebih bersikap terbuka dan dalam masa yang sama pekerja dan majikan memahami tanggungjawab masing-masing.
Menurut
Frances Horibe dalam
Managing Knowledge Workers: New Skill and Attitudes to Unlock the Intellectual Capital in Your Organization (1999), para pekerja ilmu perlu dianggap sebagai 'rakan kongsi'. Suasana pekerjaan yang kreatif perlu diwujudkan. Para pekerja tidak terikat dengan birokrasi arau 'arahan-arahan' atasan yang memaksakan, sebaliknya memberi ruang yang bebas tentang bagaimana hasil sesuatu kerja itu dapat dilakukan secara bebas, kreatif dan berdaya saing. Paling mengejutkan Horibe mencadangkan para pekerja ilmu tidak harus dihukum atau diambil tindakan jika melakukan kesalahan. Cuba hayati kata-kata Horibe ini, "
many people may agree about not punishing failure but what about actually rewarding mistake? In most corporate setting, it's probably not rewarding the mistake. Sometimes you're fairly sure a mistake has been made, but you don't have all the facts and the employee can't or won't supply them. If people admit mistake, you can work on ways to avoid it in the future. If they deny it, you can't get any farther in the learning and knowledge building process." Seseuatu yang menarik untuk direnungkan bukan?
Thomas A. Stewart dalam bukunya
Intelectual Capital: The New Wealth of Organisation (1997) menerangkan bagaimana kita seharusnya memperlakukan sebaik-baiknya modal intelektual/manusia ini yang menjadi komponen aset pengetahuan organisasi serta bagaimana modal intelektual dapat mengurangkan beban sumber daya kewangan organisasi dan dalam masa yang sama meningkatkan keuntungan organisasi. Modal intelektual atau modal manusia ini secara mudahnya adalah segala idea, pengetahuan dan pengalaman yang ada dalam 'minda', sama ada yang tidak terlihat seperti'kreativiti' atau yang 'terlihat' seperti hasil penulisan, dokumen dapat dirumuskan dalam bentuk pengetahuan atau produk yang boleh membuahkan hasil kepada organisai untuk bersaing.
Alangkah bagusnya kalau boss-boss di sini dapat membaca atau menghayati tulisan ini. Berhenti berharap ...
KILLING ME SOFTLY
Strumming my pain with his fingers,
Singing my life with his words,
Killing me softly with his song,
Killing me softly with his song,
Telling my whole life with his words,
Killing me softly with his song ...
I heard he sang a good song, I heard he had a style.
And so I came to see him to listen for a while.
And there he was this young boy, a stranger to my eyes.
Strumming my pain with his fingers,
Singing my life with his words,
Killing me softly with his song,
Killing me softly with his song,
Telling my whole life with his words,
Killing me softly with his song ...
I felt all flushed with fever, embarrassed by the crowd,
I felt he found my letters and read each one out loud.
I prayed that he would finish but he just kept right on ...
Strumming my pain with his fingers,
Singing my life with his words,
Killing me softly with his song,
Killing me softly with his song,
Telling my whole life with his words,
Killing me softly with his song ...
He sang as if he knew me in all my dark despair.
And then he looked right through me as if I wasn't there.
But he just came to singing, singing clear and strong.
Strumming my pain with his fingers,
Singing my life with his words,
Killing me softly with his song,
Killing me softly with his song,
Telling my whole life with his words,
Killing me softly with his song ...
He was strumming, oh, he was singing my song.
Killing me softly with his song,
Killing me softly with his song,
Telling my whole life with his words,
Killing me softly with his song ...
With his song ...